Merentang Riwayat Reggae

Tahun 1968 banyak disebut sebagai tahun kelahiran musik reggae. Sebenarnya tidak ada kejadian khusus yang menjadi penanda awal muasalnya, kecuali peralihan selera musik masyarakat Jamaika dari Ska dan Rocsteady, yang sempat populer di kalangan muda pada paruh awal hingga akhir tahun 1960-an, pada irama musik baru yang bertempo lebih lambat : reggae. Boleh jadi hingar bingar dan tempo cepat Ska dan Rocksteady kurang mengena dengan kondisi sosial dan ekonomi di Jamaika yang sedang penuh tekanan.

Kata “reggae” diduga berasal dari pengucapan dalam logat Afrika dari kata “ragged” (gerak kagok–seperti hentak badan pada orang yang menari dengan iringan musik ska atau reggae). Irama musik reggae sendiri dipengaruhi elemen musik R&B yang lahir di New Orleans, Soul, Rock, ritmik Afro-Caribean (Calypso, Merengue, Rhumba) dan musik rakyat Jamaika yang disebut Mento, yang kaya dengan irama Afrika. Irama musik yang banyak dianggap menjadi pendahulu reggae adalah Ska dan Rocksteady, bentuk interpretasi musikal R&B yang berkembang di Jamaika yang sarat dengan pengaruh musik Afro-Amerika. Secara teknis dan musikal banyak eksplorasi yang dilakukan musisi Ska, diantaranya cara mengocok gitar secara terbalik (up-strokes), memberi tekanan nada pada nada lemah (syncopated) dan ketukan drum multi-ritmik yang kompleks.

Teknik para musisi Ska dan Rocsteady dalam memainkan alat musik, banyak ditirukan oleh musisi reggae. Namun tempo musiknya jauh lebih lambat dengan dentum bas dan rhythm guitar lebih menonjol. Karakter vokal biasanya berat dengan pola lagu seperti pepujian (chant), yang dipengaruhi pula irama tetabuhan, cara menyanyi dan mistik dari Rastafari. Tempo musik yang lebih lambat, pada saatnya mendukung penyampaian pesan melalui lirik lagu yang terkait dengan tradisi religi Rastafari dan permasalahan sosial politik humanistik dan universal.

Album “Catch A Fire” (1972) yang diluncurkan Bob Marley and The Wailers dengan cepat melambungkan reggae hingga ke luar Jamaika. Kepopuleran reggae di Amerika Serikat ditunjang pula oleh film The Harder They Come (1973) dan dimainkannya irama reggae oleh para pemusik kulit putih seperti Eric Clapton, Paul Simon, Lee ‘Scratch’ Perry dan UB40. Irama reggae pun kemudian mempengaruhi aliran-aliran musik pada dekade setelahnya, sebut saja varian reggae hip hop, reggae rock, blues, dan sebagainya.

Jamaika

Akar musikal reggae terkait erat dengan tanah yang melahirkannya: Jamaika. Saat ditemukan oleh Columbus pada abad ke-15, Jamaika adalah sebuah pulau yang dihuni oleh suku Indian Arawak. Nama Jamaika sendiri berasal dari kosa kata Arawak “xaymaca” yang berarti “pulau hutan dan air”. Kolonialisme Spanyol dan Inggris pada abad ke-16 memunahkan suku Arawak, yang kemudian digantikan oleh ribuan budak belian berkulit hitam dari daratan Afrika. Budak-budak tersebut dipekerjakan pada industri gula dan perkebunan yang bertebaran di sana. Sejarah kelam penindasan antar manusia pun dimulai dan berlangsung hingga lebih dari dua abad. Baru pada tahun 1838 praktek perbudakan dihapus, yang diikuti pula dengan melesunya perdagangan gula dunia.

Di tengah kerja berat dan ancaman penindasan, kaum budak Afrika memelihara keterikatan pada tanah kelahiran mereka dengan mempertahankan tradisi. Mereka mengisahkan kehidupan di Afrika dengan nyanyian (chant) dan bebunyian (drumming) sederhana. Interaksi dengan kaum majikan yang berasal dari Eropa pun membekaskan produk silang budaya yang akhirnya menjadi tradisi folk asli Jamaika. Bila komunitas kulit hitam di Amerika atau Eropa dengan cepat luntur identitas Afrika mereka, sebaliknya komunitas kulit hitam Jamaika masih merasakan kedekatan dengan tanah leluhur.

Sejarah gerakan penyadaran identitas kaum kulit hitam, yang kemudian bertemali erat dengan keberadaan musik reggae, mulai disemai pada awal abad ke-20. Adalah Marcus Mosiah Garvey, seorang pendeta dan aktivis kulit hitam Jamaika, yang melontarkan gagasan “Afrika untuk Bangsa Afrika…” dan menyerukan gerakan repatriasi (pemulangan kembali) masyarakat kulit hitam di luar Afrika. Pada tahun 1914, Garvey mendirikan Universal Negro Improvement Association (UNIA), gerakan sosio-religius yang dinilai sebagai gerakan kesadaran identitas baru bagi kaum kulit hitam.

Pada tahun 1916-1922, Garvey meninggalkan Jamaika untuk membangun markas UNIA di Harlem, New York. Konon sampai tahun 1922, UNIA memiliki lebih dari 7 juta orang pengikut. Antara tahun 1928-1930 Garvey kembali ke Jamaika dan terlibat dalam perjuangan politik kaum hitam dan pada tahun 1929 Garvey meramalkan datangnya seorang raja Afrika yang menandai pembebasan ras kulit hitam dari penindasan kaum Babylon (sebutan untuk pemerintah kolonial kulit putih—merujuk pada kisah kitab suci tentang kaum Babylon yang menindas bangsa Israel). Ketika Ras Tafari Makonnen dinobatkan sebagai raja Ethiopia di tahun 1930, yang bergelar HIM Haile Selassie I, para pengikut ajaran Garvey menganggap Ras Tafari sebagai sosok pembebas itu. Mereka juga menganggap Ethiopia sebagai Zion—tanah damai bak surga—bagi kaum kulit hitam di dalam maupun luar Afrika. Ajaran Garvey pun mewujud menjadi religi baru bernama Rastafari dengan Haile Selassie sebagai sosok yang di-tuhan-kan

Pada bulan April 1966, karena ancaman pertentangan sosial yang melibatkan kaum Rasta, pemerintah Jamaika mengundang HIM Haile Selassie I untuk berkunjung menjumpai penghayat Rastafari. Dia menyampaikan pesan menyediakan tanah di Ethiopia Selatan untuk repatriasi Rasta. Namun Haile Selassie juga menekankan perlunya Rasta untuk membebaskan Jamaika dari penindasan dan ketidak adilan dan menjadikan Rastafari sebagai jalan hidup, sebelum mereka eksodus ke Ethiopia.

Tahun-tahun setelahnya kredo gerakan tersebut makin tersebar luas, yakni “Bersatunya kemanusiaan adalah pesannya, musik adalah modus operandinya, perdamaian di bumi seperti halnya di surga (Zion) adalah tujuannya, memperjuangkan hak adalah caranya dan melenyapkan segala bentuk penindasan fisik dan mental adalah esensi perjuangannya.” Ketika Bob Marley menjadi pengikut Rastafari di tahun 1967 dan setahun kemudian disusul kelahiran reggae, maka modus operandi penyebaran ajaran Rastafari pun ditemukan: reggae!

Bob Marley, Nabi Para Rasta

Terlahir dengan nama Robert Nesta Marley pada Februari 1945 di St. Ann, Jamaika, Bob Marley berayahkan seorang kulit putih dan ibu kulit hitam. Pada tahun 1950-an Bob beserta keluarganya pindah ke ibu kota Jamaika, Kingston. Di kota inilah obsesinya terhadap musik sebagai profesi menemukan pelampiasan. Waktu itu Bob Marley banyak mendengarkan musik R&B dan soul, yang kemudian hari menjadi inspirasi irama reggae, melalui siaran radio Amerika. Selain itu di jalanan Kingston dia menikmati hentakan irama Ska dan Steadybeat dan kemudian mencoba memainkannya sendiri di studio-studio musik kecil di Kingston.

Bersama Peter McIntosh dan Bunny Livingston, Bob membentuk The Wailing Wailers yang mengeluarkan album perdana di tahun 1963 dengan hit “Simmer Down”. Lirik lagu mereka banyak berkisah tentang “rude bwai” (rude boy), anak-anak muda yang mencari identitas diri dengan menjadi berandalan di jalanan Kingston. The Wailing Wailers bubar pada pertengahan 1960-an dan sempat membuat penggagasnya patah arang hingga memutuskan untuk berkelana di Amerika. Pada bulan April 1966 Bob kembali ke Jamaika, bertepatan dengan kunjungan HIM Haile Selassie I —raja Ethiopia– ke Jamaika untuk bertemu penganut Rastafari. Kharisma sang raja membawa Bob menjadi penghayat ajaran Rastafari pada tahun 1967, dan bersama The Wailer, band barunya yang dibentuk setahun kemudian bersama dua personil lawas Mc Intosh dan Livingston, dia menyuarakan nilai-nilai ajaran Rasta melalui reggae. Penganut Rastafari lantas menganggap Bob menjalankan peran profetik sebagaimana para nabi, menyebarkan inspirasi dan nilai Rasta melalui lagu-lagunya.

The Wailers bubar di tahun 1971, namun Bob segera membentuk band baru bernama Bob Marley and The Wailers. Tahun 1972 album Catch A Fire diluncurkan. Menyusul kemudian Burning (1973–berisi hits “Get Up, Stand Up” dan “ I Shot the Sheriff” yang dipopulerkan Eric Clapton), Natty Dread (1975), Rastaman Vibration (1976) dan Uprising (1981) yang makin memantapkan reggae sebagai musik mainstream dengan Bob Marley sebagai ikonnya.

Pada tahun 1978, Bob Marley menerima Medali Perdamaian dari PBB sebagai penghargaan atas upayanya mempromosikan perdamaian melalui lagu-lagunya. Sayang, kanker mengakhiri hidupnya pada 11 Mei 1981 saat usia 36 tahun di ranjang rumah sakit Miami, AS, seusai menggelar konser internasional di Jerman. Sang Nabi kaum Rasta telah berpulang, namun inspirasi humanistiknya tetap mengalun sepanjang zaman.

One Love! One Heart!
Lets get together and feel all right.
Hear the children cryin (One Love!);
Hear the children cryin (One Heart!)
(One Love / People Get Ready)

Dreadlock
Selain Bob Marley dan Jamaika, rambut gimbal atau lazim disebut “dreadlocks” menjadi titik perhatian dalam fenomena reggae. Saat ini dreadlock selalu diidentikkan dengan musik reggae, sehingga secara kaprah orang menganggap bahwa para pemusik reggae yang melahirkan gaya rambut bersilang-belit (locks) itu. Padahal jauh sebelum menjadi gaya, rambut gimbal telah menyusuri sejarah panjang.

Konon, rambut gimbal sudah dikenal sejak tahun 2500 SM. Sosok Tutankhamen, seorang fir’aun dari masa Mesir Kuno, digambarkan memelihara rambut gimbal. Demikian juga Dewa Shiwa dalam agama Hindu. Secara kultural, sejak beratus tahun yang lalu banyak suku asli di Afrika, Australia dan New Guinea yang dikenal dengan rambut gimbalnya. Di daerah Dieng, Wonosobo hingga kini masih tersisa adat memelihara rambut gimbal para balita sebagai ungkapan spiritualitas tradisional.

Membiarkan rambut tumbuh memanjang tanpa perawatan, sehingga akhirnya saling membelit membentuk gimbal, memang telah menjadi bagian praktek gerakan-gerakan spiritualitas di kebudayaan Barat maupun Timur. Kaum Nazarit di Barat, dan para penganut Yogi, Gyani dan Tapasvi dari segala sekte di India, memiliki rambut gimbal yang dimaksudkan sebagai pengingkaran pada penampilan fisik yang fana, menjadi bagian dari jalan spiritual yang mereka tempuh. Selain itu ada kepercayaan bahwa rambut gimbal membantu meningkatkan daya tahan tubuh, kekuatan mental-spiritual dan supernatural. Keyakinan tersebut dilatari kepercayaan bahwa energi mental dan spiritual manusia keluar melalui ubun-ubun dan rambut, sehingga ketika rambut terkunci belitan maka energi itu akan tertahan dalam tubuh.

Seiring dimulainya masa industrial pada abad ke-19, rambut gimbal mulai sulit diketemukan di daerah Barat. Sampai ketika pada tahun 1914 Marcus Garvey memperkenalkan gerakan religi dan penyadaran identitas kulit hitam lewat UNIA, aspek spiritualitas rambut gimbal dalam agama Hindu dan kaum tribal Afrika diadopsi oleh pengikut gerakan ini. Mereka menyebut diri sebagai kaum “Dread” untuk menyatakan bahwa mereka memiliki rasa gentar dan hormat (dread) pada Tuhan. Rambut gimbal para Dread iniah yang memunculkan istilah dreadlocks—tatanan rambut para Dread. Saat Rastafarianisme menjadi religi yang dikukuhi kelompok ini pada tahun 1930-an, dreadlocks juga menjelma menjadi simbolisasi sosial Rasta (pengikut ajaran Rastafari).

Simbolisasi ini kental terlihat ketika pada tahun 1930-an Jamaika mengalami gejolak sosial dan politik. Kelompok Rasta merasa tidak puas dengan kondisi sosial dan pemerintah yang ada, lantas membentuk masyarakat tersendiri yang tinggal di tenda-tenda yang didirikan diantara semak belukar. Mereka memiliki tatanan nilai dan praktek keagamaan tersendiri, termasuk memelihara rambut gimbal. Dreadlocks juga mereka praktekkan sebagai pembeda dari para “baldhead” (sebutan untuk orang kulit putih berambut pirang), yang mereka golongkan sebagai kaum Babylon—istilah untuk penguasa penindas. Pertengahan tahun 1960-an perkemahan kelompok Rasta ditutup dan mereka dipindahkan ke daerah Kingston, seperti di kota Trench Town dan Greenwich, tempat dimana musik reggae lahir pada tahun 1968.

Ketika musik reggae memasuki arus besar musik dunia pada akhir tahun 1970-an, tak pelak lagi sosok Bob Marley dan rambut gimbalnya menjadi ikon baru yang dipuja-puja. Dreadlock dengan segera menjadi sebuah trend baru dalam tata rambut dan cenderung lepas dari nilai spiritualitasnya. Apalagi ketika pada tahun 1990-an, dreadlocks mewarnai penampilan para musisi rock dan menjadi bagian dari fashion dunia. Dreadlock yang biasanya membutuhkan waktu sekitar lima tahun untuk terbentuk, sejak saat itu bisa dibuat oleh salon-salon rambut hanya dalam lima jam! Aneka gaya dreadlock pun ditawarkan, termasuk rambut aneka warna dan “dread perms” alias gaya dreadlock yang permanen.

Meski cenderung lebih identik dengan fashion, secara mendasar dreadlock tetap menjadi bentuk ungkap semangat anti kekerasan, anti kemapanan dan solidaritas untuk kalangan minoritas tertindas.

Rabu, 19/11/2008 10:05 WIB
Komik Menghina Nabi Muhammad Versi Indonesia Beredar
Iin Yumiyanti - detikNews

Jakarta - Komik yang menggambarkan sosok Nabi Muhammad SAW kembali muncul. Kali ini komik tersebut dibuat dalam versi Indonesia. Pembuatnya hampir bisa dipastikan berasal dari Indonesia. Atau setidaknya, si pembuat bisa berbahasa Indonesia . Selain memunculkan gambar Nabi, komik itu juga penuh penghinaan terhadap Muhammad, nabi junjungan kaum Islam.

Komik tersebut dibuat dalam sebuah blog yang dihosting di wordpress.com. Komik ini tersebar dari orang ke orang lewat instant messenger dan surat elektronik.

Ada dua cerita dalam komik tersebut dengan judul 'Muhammad dan Zainab' dan 'Kartun Sex Muhammad dengan Budak'. Dua kartun tersebut, sangat banyak sekali menampilkan gambar yang disebutnya sebagai Nabi Muhammad. Pada 'Muhammad dan Zainab', misalnya, Nabi digambarkan sebagai sesosok orang mengenakan jubah hijau lengkap dengan surbannya. Wajah Nabi berewokan.

Padahal Islam melarang sosok Nabi Muhammad dihadirkan dalam gambar, foto maupun film. Bila ada kisah tentang Nabi Muhammad, hanya boleh ditampilkan dengan tulisan.

Tak hanya menampilkan gambar Nabi, komik di wordpress.com ini juga menggambarkan Muhammad sebagai sosok yang tidak pantas. Komik ini bercerita tentang kisah pernikahan Muhammad dengan Zainab yang merupakan mantan istri dari anak angkatnya, kisah Muhammad dengan Aisyah dan kisah Muhammad dengan budaknya, Mariah. Tiga kisah ini memang sering dijadikan senjata untuk memojokkan Islam.

Gambar-gambar Zainab dan Mariah dalam kartun ini ditampilkan dengan pakaian yang menggoda bahkan ada yang telanjang. Komik itu juga mengutip ayat-ayat Alquran dan hadist dengan penafsiran versi si komikus yang sangat menyesatkan. Pemerintah sudah seharusnya segera mengambil tindakan. Paling tidak, bisa meminta worldpress untuk menutup blogyang sangat menyesatkan dan cenderung meresahkan.
(iy/nrl)

Sejarah musik rock


Diperbaharui pada: 10 Juni, 2007 - Published 12:41 GMT



Sejarah musik rock
Jimi Hendrix
Jimi Hendrix merupakan salah satu pelopor rock
BBC TV sejak akhir Mei lalu menayangkan acara khusus tentang sejarah musik rock dunia dalam 7 seri, yang akan digelar hingga akhir Juni.

Program yang diberi judul 7 Ages of Rock itu menampilkan perkembangan musik rock sejak masa 1960-an hingga abad ke 21.

Ringkasan program itu disiarkan dalam Info Musika BBC Siaran Indonesia, yang memaparkan masa-masa awal musik Rock, dengan pengantar acara Liston P. Siregar.

Musik Rock dikembangkan dari musik Blues asal Mississipi di Amerika, dan salah satu gitaris yang menonjol di masa awal kelahirannya adalah adalah gitaris Jimi Hendrix.

Setelah masa awal dengan irama blues yang kental --seperti Satisfaction karya Stones yang pada prinsipnya adalah blues, kata Keith Richard-- berkembanglah musik rock yang memadukan musik dan seni pertunjukan.

Aliran diawali dengan seniman pop dunia, Andy Warhol, yang berkolaborasi dengan The Velvet Underground.

Dan yang sering disebut puncak dalam masa ini --yang juga dikenal sebagai art rock-- adalah The Wall karya Pink Floyd, berupa pertunjukan teater rock.

Sex Pistols
God Save The Queen dari Sex Pistols menegaskan kehadiran punk

Sementara itu sekelompok pemusik lain di awal 1970-an mengembangkan punk, dengan pelopor The Sex Pistols dan The Clash.

Salah satu aliran lain yang juga berkembang dari rock adalah heavy metal dengan prinsip 'secepat mungkin dan sekuat mungkin.'

Dengan pionir Black Sabbath, aliran ini kemudian diramaikan oleh Deep Purple, Judas Priest, Iron Maiden dan Metallica.

Tentu saja peran musisi-musisi besar dunia lain tidak bisa dilupakan begitu saja, walaupun mungkin mereka tidak bisa disebut menawarkan sebuah pendekatan yang sama sekali baru.

Sejumlah rockers raksasa hingga saat ini masih tetap bergema, antara lain Led Zeppelin, Nirvana, The Queen, The Police, maupun Bruce Springsteen.

Memasuki Abad 21, rock mungkin bisa disebut memasuki masa indie dengan awal The Smiths asal Inggris.

Beberapa kelompok yang masih mengibarkan bendera rock di Abad 21 antara lain Franz Ferdinand, The Libertines, dan The Arctic Monkeys.

sumber : BBC INDONESIA

Potensi Iklan Online Underground Capai USD276 Juta


Stefanus Yugo Hindarto - Okezone
Foto: Ist

JAKARTA - Nilai potensi barang yang diiklankan dalam pasar ekonomi bawah tanah mencapai USD276 juta. Report on the Underground Economy yang diungkapkan Symantec memberikan rincian ekonomi bawah tanah (underground economy) online telah menjelma menjadi sebuah pasar global tempat berlangsungnya jual beli barang hasil curian dan layanan-layanan yang terkait kegiatan penipuan.

Angka USD 276 juta itu ditentukan dari patokan harga barang dan jasa yang diiklankan dan menghitung besar uang yang diterima pengiklan jika mereka menjual semua barang yang dimiliki.

General Manager Symantec Singapura-Indonesia Darric Horr mengatakan, laporan tersebut diperoleh dari data yang dikumpulkan oleh organisasi Security Technology and Response (STAR) Symantec dari server ekonomi bawah tanah antara 1 Juli 2007 hingga 30 Juni 2008.

"Kategori barang dan jasa yang umum diperdagangkan adalah nomor rekening keuangan," kata Darric Horr kepada wartawan di Wisma 46, Jakarta, Kamis (27/11/2008).

Menurut Horr, informasi kartu kredit adalah kategori dan jasa dalam ekonomi bawah tanah yang paling sering diiklankan, mencapai 31 persen dari keseluruhan. Meskipun data nomor kartu kredit yang dicuri, dijual dengan harga hanya USD0.10 hingga USD25 per kartu, limit kartu kredit rata-rata yang diiklankan berdasarkan pengamatan Symantec mencapai lebih dari USD4000.

"Ketika dikalkulasikan, Symantec menemukan bahwa nilai potensial dari seluruh kartu kredit yang diiklankan pada periode tersebut mencapai USD5.3 miliar," ujarnya.

Saat ini, ekonomi bawah tanah secara geografis menyebar dan menghasilkan pendapatan bagi penjahat cyber (cybercriminal) yang terdiri dari kelompok-kelompok orang yang tidak saling berhubungan hingga kelompok-kelompok terorganisir yang sangat canggih.

Selama periode laporan tersebut, tercatat Amerika Utara memiliki jumlah server ekonomi bawah tanah paling banyak, yakni 45 persen dari keseluruhan, disusul Eropa, Timur Tengah, dan Afrika dengan 38 persen, diikuti oleh Asia Pasifik 12 persen dan Amerika Latin lima persen.

Horr menyatakan, sistem keamanan lengkap sangat diperlukan untuk menekan pertumbuhan ekonomi bawah tanah di masa mendatang. Keamanan tak hanya sekadar anti-malware, tetapi juga keamanan data secara keseluruhan. (srn)


sumber : okezone, Kamis, 27 November 2008 - 17:32 wib

Memodifikasi Dough Pizza

Memodifikasi Dough Pizza


TAK semua makanan Eropa digemari di Indonesia. Itu sebabnya, juru masak lokal harus mampu memodifikasi menu Barat agar diterima lidah orang Indonesia.

Masyarakat Makassar termasuk yang sulit menerima penetrasi makanan Eropa. Tidak banyak warga Kota Makassar yang menggemari masakan Eropa, kecuali bagi mereka yang sudah terbiasa menyantap menu-menu Barat karena pernah tinggal di Benua Biru tersebut. Ada juga orang yang menyantap menu Eropa karena didorong rasa ingin mencicipi cita rasa makanan dan minuman khas Barat.

Walau memiliki pangsa pasar yang sempit, makanan Eropa tetap dianggap istimewa oleh sebagian pengelola restoran di Makassar. Salah satu tempat makan yang menawarkan menu-menu Barat itu bernama kafe & resto de Luna.

Sejumlah menu andalan yang diminati pengunjung kalangan eksekutif Kota Makassar adalah masakan Barat seperti beef roulade, black pepper, dan ayam panggang. Selain itu, ada racikan khas ala kafe ini, yakni de luna pizza. Pizza yang satu ini bentuknya terlihat cukup berbeda dari pizza pada umumnya.

Executive Sous Chef de Luna Resto & Cafe Eko Hadiwijaya mengatakan, kuliner Western, terutama makanan Eropa, masih cukup sulit dipasarkan di Makassar. Pencintanya hanyalah segelintir orang. Contohnya, dia menyebutkan, langganan di de Luna untuk menu-menu Barat adalah orang-orang Jepang yang kebetulan sedang mengadakan pertemuan di Makassar.

Demi menjaga cita rasa yang bermutu, biasanya pemesanan menu dilakukan sepekan sebelumnya. "Menu populer memang Eastern. Kalau selera Barat biasanya yang simpel seperti steak. Tapi, ada juga yang menyukai menu Western yang komplet. Biasanya mereka memang sudah terbiasa atau memang ingin mencoba," kata Eko, sedikit menganalisa.

Seperti kecenderungan cita rasa hidangan Barat, khususnya yang berasal dari Eropa, beef roulade black pepper, ayam panggang, dan de luna pizza juga memiliki percampuran rasa, yakni pedas, asam, dan manis. Cita rasa menu yang berkiblat ke Prancis tersebut hampir menyerupai menu-menu Nusantara yang kaya akan bumbu. Apalagi dengan aneka daging yang menjadi favorit sebagian besar pencinta kuliner.

Beef roulade black pepper rasanya gurih. Menu ini berbahan baku tenderloin yang dibentuk menjadi gulungan dan diisi dengan dill dan sayuran. Untuk melengkapi tampilan menu ini, chef de Luna sengaja meletakkan sekeranjang kecil sayuran, tomat, dan roasted potatoes yang tentunya gurih. Cita rasanya semakin mantap karena dipadukan dengan siraman saus tomat. Cita rasa yang hampir sama bisa dirasakan pada racikan bahan-bahan untuk menu de luna pizza.

Jenis makanan khas Italia itu disajikan dalam bentuk yang berbeda. Pizza pada umumnya memiliki dough berupa lempengan dan menampakkan bahan-bahan penyertanya. Sementara dough de luna pizza malah menutupi bahan-bahan penyerta pizza seperti sosis, paprika, tuna, dan jagung.

"Kami bikin modifikasi saja. Rasanya juga sedikit berbeda. Kami racik sendiri dough untuk pizzanya dari terigu yang memiliki protein tinggi," jelas Eko.

Campuran pizza dough ini bervariasi, yakni sosis sapi, tomato concasse, paprika, oregano, salami, dan keju mozzarella. Yang cukup khas dari menu-menu Western ala de Luna adalah campuran olive oil yang akan membuat cita rasanya bertambah eksklusif. Ada lagi menu yang cukup populer di kafe yang terletak di kawasan Jalan Ahmad Yani ini, yaitu lumpia shanghai. Penyajiannya mirip dengan beef roulade black pepper yang dipotong miring. Tepung rotinya terasa gurih.

Di samping itu, cita rasa lada, daging ayam, dan udang yang menyatu juga membuat sajian ini berasa cukup pedas. Sementara sedikit rasa manis muncul dari taburan saus tomat. Untuk melengkapi sajian-sajian tersebut, jangan lupa menyeruput segelas amazing espresso.

Sedikit campuran vodka membuat minuman ini terasa pahit. Namun, jika ingin benar-benar merasakan cita rasa menu Eropa, khususnya untuk acara dinner, Anda wajib mengolaborasi semua menu tadi. (sindo//nsa)


sumber : okezone.com, Kamis, 13 November 2008 - 16:13 wib

Scolari Siap Mundur

BORDEAUX, KAMIS - Pelatih Chelsea, Luiz Felipe Scolari siap mundur jika timnya gagal menembus babak 16 besar setelah bermain imbang lawan Bordeaux, Rabu (26/11). Namun, ia masih yakin timnya bakal menang lawan CFR Cluj di partai terakhir penyisihan grup.

Akibat hasil imbang 1-1 lawan tuan rumah Bordeaux, posisi The Blues kini tak aman. Tempat mereka di urutan teratas klasemen Grup A digeser oleh AS Roma. John Terry dkk kini hanya berselisih satu nilai di atas Bordeaux yang menempati urutan ketiga. Satu-satunya kesempatan lolos ke babak knock out adalah dengan mengalahkan Cluj di Stamford Bridge, Selasa (9/12).

"Jika kami tak dapat mengalahkan Cluj di kandang, saya mungkin akan kembali ke Brasil," tegas pelatih asal Brasil tersebut usai pertandingan lawan Bordeaux. "Babak kualifikasi ada di tangan kami tapi kami perlu memenangi partai terakhir. Dengan seluruh pemain yang kami miliki, kami punya peluang 75 persen mengalahkan Cluj."

Pada duel lawan Bordeaux itu, Frank Lampard mendapatkan kartu merah sehingga ia harus absen dalam laga lawan Cluj. Ini akan menjadi bahan pertimbangan tersendiri bagi Scolari. Apalagi, ia melihat timnya begitu tertekan saat bermain dengan sepuluh pemain.

"Lima menit terakhir mereka semakin menekan karena kami kehilangan satu pemain tapi saya akan mendiskusikan ini nanti," katanya.

Sementara itu, pelatih Bordeaux, Laurent Blanc cukup puas dengan hasil seri ini. Pasalnya, mereka kalah 4-0 saat berlaga di leg pertama September lalu.

"Saya hanya ingin mengatakan kepada pers Inggris bahwa mereka seharusnya mempertimbangkan Bordeaux. Saya harap meski kami bukan tim besar, setidaknya hasil ini menggambarkan bahwa kami tim bagus," katanya. (AP)


sumber : kompas, Kamis, 27/11/2008 | 06:40 WIB

Video & Program TV Bisa Dinikmati di Facebook

Kamis, 27 November 2008 - 16:11 wib
Susetyo Dwi Prihadi - Okezone
(Foto: Facebook)

NEW YORK - Awalnya, situs jejaring sosial hanya digunakan untuk saling bertukar informasi, biodata, ataupun foto. Tidak lebih. Namun, paradigma tersebut akan segera berubah.

Facebook tengah menyiapkan gebrakan baru dengan menghadirkan slide video dan program TV dalam aplikasi Facebook layaknya Hulu atau YouTube.

Inovasi terbaru situs besutan Mark Zuckerberg ini memang pantas ditunggu. Karena nanti, para penggunanya dapat melakukan dua aktivitas sekaligus, menonton dan melakukan 'aktivitas sosial'. Apalagi, saat ini menonton program TV di internet sedang digemari.

Seperti yang dilansir dari PC Magazine, Kamis (27/11/2008), Facebook akan memasukan program-program TV terbaru yang sangat populer di Amerika Serikat, seperti serial Grey Anatomy, Heroes, ataupun The Simpsons.

"Nantinya video tersebut akan tersambung dengan situs jaringan TV, atau Hulu.com. Aplikasinya pun sangat mudah," ujar Josh Elman Manager Program Facebook, dalam tulisan di blognya.

Elman mengharapkan, aplikasi baru ini, tidak hanya membuat pengguna menonton acaranya saja, tetapi juga dapat mendiskusikan juga. Bisa jadi dari diskusi tersebut akan menambah teman lagi. (srn)